Ngecas di Rumah, Solusi Praktis Kendaraan Listrik

Pengisian daya tak lagi identik dengan perjalanan ke SPBU, tapi cukup dilakukan di rumah, senyaman dan sesederhana mengisi daya ponsel

Jagonya Info - sulfikardi

Kamis, 24 Jul 2025 19:41 WIB

Bagikan: Whatsapp Facebook X Copy Link Link disalin!

Suatu malam, Riki, seorang pekerja di perusahaan teknologi informasi yang berkantor di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, mendapat pertanyaan menarik. Ihwalnya adalah klaim bahwa mengisi daya baterai EV (electric vehicle, atau kendaraan listrik) itu semudah dan seefisien charge ponsel.

Lalu Riki memberi gambaran rutinitasnya dalam charging EV miliknya, yang berasal dari jenama asal Cina dan jadi salah satu produk pabrikan terlaris di Indonesia. Setiap pulang kantor lewat pukul 01 dini hari, Riki tinggal mencolokkan charger ke mobil. Besok siang ketika dia mau berangkat kerja, baterai mobil sudah terisi penuh. Dan semua aman karena fitur auto stop di piranti charger EV-nya.

Caranya simpel banget, kan? Colok listrik sebelum tidur, besok paginya mobil siap dipakai lagi,” ujar Riki. “Iya, persis kayak handphone emang.

Riki adalah satu dari ribuan pemilik mobil listrik di Indonesia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) mobil listrik di Indonesia sampai akhir 2024 mencapai 42.889 unit, naik drastis151,53 persen dari periode sebelumnya. Sedangkan untuk motor listrik, jumlahnya diperkirakan sudah mencapai lebih dari 160.000 unit.

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia memang getol mengampanyekan penjualan dan penggunaan kendaraan listrik. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) punya target ada 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit motor listrik yang beroperasi di Indonesia pada 2030 nanti.

Untuk mendukung target ini, berbagai target dicanangkan. Termasuk memperbanyak pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU). Targetnya, per 2030, akan ada hampir 63.000 unit SPKLU di seluruh Indonesia.

Selain itu, para pabrikan mobil listrik bersama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga memberikan banyak kemudahan bagi para pembeli, termasuk dengan adanya pemasangan home charger gratis dan upgrade daya listrik dengan berbagai promo dan diskon menggiurkan.

Beberapa contohnya, antara lain, penambahan daya 11.000 VA hanya Rp150 ribu dari harga normal Rp11 juta. Atau pasang baru 7.700 VA hanya Rp850 ribu dari harga biasa Rp7,7 juta.

Contoh lain adalah pengguna bisa mendapatkan diskon tarif tenaga listrik sebesar 30 persen pada pukul 22.00 WIB – 05.00 WIB dari pemakaian home charging. PLN juga menyambungkan layanan home charging ini dengan Electric Vehicle Digital Services (EVDS). Dengan aplikasi ini, para pelanggan bisa mengatur waktu pengisian daya hingga melihat catatan pengisian daya kendaraan listrik.

Mudah dan Murah

Jurnalis otomotif, pembalap profesional, sekaligus influencer otomotif, Fitra Eri, menjelaskan bahwa saat membeli EV, pengguna biasanya mendapat wall charger sebagai bagian dari paket pembelian. Alat ini dipasang di garasi atau tempat parkir rumah.

Kalau baterai mulai kosong, tinggal colok. Besoknya sudah penuh,” ujarnya.

Namun, hal ini membutuhkan sedikit penyesuaian teknis. Banyak pemilik EV seperti Riki harus menaikkan daya listrik rumah mereka. “Dulu rumah saya cuma 2.000, sekarang sudah 6.000. Itu pun bagian dari paket penjualan dari dealer,” jelas Riki.

Menurut Fitra, sebagian besar mobil listrik sekarang idealnya diisi dengan daya minimal 7.700 watt, meskipun ada juga yang cukup dengan 3.300 watt. Ia sendiri memasang tiga jenis wall charger di rumah—untuk mobil yang berbeda, termasuk yang berdaya 13.000 watt.

“Memang tergantung jenis mobil, tapi kalau rata-rata terbanyak itu bisa di-charge di 7.700. Tapi ada itu sedikit mobil yang di bawah itu, ada sedikit mobil yang di atas itu,” tutur Fitra.

Selain kemudahan charging di rumah, pertimbangan lain yang sering diambil oleh pembeli kendaraan listrik adalah murahnya biaya operasional.

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

LIHAT SEMUA →