Presiden Prabowo Subianto, mengaku memiliki tanggung jawab agar tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) di dalam negeri.
Kamis, 24 Jul 2025 11:22 WIB
Presiden Prabowo Subianto, mengaku memiliki tanggung jawab agar tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) di dalam negeri. Pernyataan Prabowo ini di tengah gejolak ekonomi global akibat kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Dalam bidang ekonomi saya harus menjaga asal tidak ada alasan untuk PHK pekerja-pekerja kita," kata Prabowo, saat menghadiri Hari Lahir ke-27 PKB di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2025).
Prabowo mengakui perekonomian dunia sejatinya sedang tidak baik-baik saja. Semua negara disebut tengah menjalani negosiasi alot dengan Pemerintah Amerika Serikat. Utamanya, terkait kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Prabowo mengatakan dirinya bertanggung jawab untuk melindungi kepentingan tanah air. Dia meminta masyarakat percaya Indonesia dapat menjadi lebih baik ke depan.
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<ins class="adsbygoogle"
style="display:block"
data-ad-client="ca-pub-xxxxxxxxxxxxxxx"
data-ad-slot="1234567890"
data-ad-format="auto"
data-full-width-responsive="true"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
"Percayalah, percayalah Indonesia akan bangkit, Indonesia akan berhasil. Percayalah, presidenmu yang telah kau pilih akan bekerja sekeras-kerasnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia bukan kepentingan segelintir orang, untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia," urai Prabowo.
Di sisi lain, data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat 42.385 pekerja menjadi korban PHK sepanjang Januari-Juni 2025.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan ada sejumlah hal yang menyebabkan gelombang PHK yang terjadi belakangan ini.
Yassierli menyebut penyebab PHK itu karena faktor eksternal atau internal perusahaan.